Rabu, 12 Januari 2011

sepiring kalimat tanpa bumbu (dari negeri seribu seloka terdampar di negeri beku)

Aku baru saja singgah di negeri seribu seloka
Seorang teman mengudangku ke sana

Saat aku pulang perahuku terdampar di negeri beku
Kulihat matahari menggantung di langit barat
Dan bulan pucat menggantung di langit timur
Tidak ada air, tidak ada embun
Orang-orang berjalan seperti patung
Darahnya beku, otaknya beku, hatinya beku
Matanya putih, tapi bibirnya merah dan rambutnya berdiri kaku

Lalu muncul buaya-buaya kelaparan dari rawa keruh
Di saat yang sama anjing menyalak-nyalak dari gedung-gedung berlantai mengkilat
Aku ingin berlari pulang ke negeriku
tapi langkahku tertahan
seekor kucing penuh koreng dan nyaris tanpa bulu dengan tulang-tulang menonjol mengeong di kakiku

gadingkirana,031-81210

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...