Jumat, 22 Juli 2011

Aku, Kau dan Hutan Kita

Bismillahirrahmanirrahim

Di hutan ini kita punya tempat duduk sendiri-sendiri. Berupa batang kayu tua yang terpahat nama-nama kita
Dan kau selalu duduk di sana dengan segala hal-hal misterius yang kau simpan dalam kotak ajaibmu. Sementara aku di sini selalu mengamati, dari batang kayu itu tak berpenghuni hingga kosong kembali.

“Kau menungguku Luh?”
“Tidak.”
“Aku pergi dulu, ada jantung dan hati yang harus kucincang untuk kumasukkan ke dalam secangkir darah. Kau mau ikut?”
“Tidak.”

Lalu kotak ajaibmu berubah abu-abu dan sedetik kemudian kau sudah pergi meninggalkan perasaan ngeri yang otomatis tersimpan di memory jangka panjangku. Dan tiba-tiba hutan menjadi senyap, hingga aku bisa mendengarkan detak jantungku sendiri.

Gadingkirana,21711

2 komentar:

  1. Sulit untuk dipahami kalimatnya hehehe mungkin terlalu tinggi filosofinya ,,

    BalasHapus
  2. Bukan terlalu tinggi mas. tapi ya emang begini yang muncul dari otak. hehe...
    makasih ya sudah mampir dan baca :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...