Senin, 19 Desember 2011

Kupu-Kupu Kuning


Bismillahirrahmanirrahim

Sebenarnya sudah lama ingin membuat catatan tentang buku ini. Ya, salah satu alasan kenapa aku beli adalah, karena aku telah membaca buku sebelumnya yang berjudul SELIA. Jadi, bisa dibilang aku ingin tahu seperti apa sih Kupu-Kupu Kuning? Dan jujur saja sebenarnya ingin membandingkan juga, KKK ini seeksotis Selia gak sih?

Maka, kubaca judul demi judul, mulai dari Tanda Tangan Batu, yang inilah sebagian petikannya:
Serpihan logam yang  kauluncurkan ke jantungku
Ialah risalah jelaga dari serambi hatimu yang merah saga
Lalu kubaca judul selanjutnya hingga habis 71 puisi dalam buku ini.

Sebenarnya aku bukan orang yang mengerti tentang puisi. Aku hanya sebatas membaca dan menikmatinya saja. Sambil belajar dari puisi-puisi yang aku baca. Sebelumnya, Selia telah membawaku pada pengalaman dalam petualangan yang mengesankan akan sebuah antologi puisi. Dari satu nama “Selia” yang akhirnya aku katakan kalau nama itu manis diucapkan tapi getir untuk ditelan.

Dan di Kupu-Kupu Kuning, aku tetap menemukan pengalaman yang mengesankan setelah membacanya. Aku bisa menghirup aroma kearifan lokal yang kuat. Pada Sungai Ibu itu Berjuang, aku seperti bisa menyaksikan seorang ibu mengayuh jukung renta sementara seorang anak kecil menangis di daratan. Diantara Angin Sendalu, aku bisa merasakan berbagai peristiwa di bawah lengkung  pelangi. Noda-Noda di wajahmu, kutemukan ambisi yang meluap tiada ujung. Di Dekat Sungai Martapura, kutemukan ramahnya penduduk lokal. Di Palangka, Muara Beruntung dan Batola aku melihat kenyataan lain. Kahayan dalam Ingatan mengingatkanku akan foto lanting-langting pencari ikan di beranda seorang teman.
Masih banyak puisi lainnya yang menjelma potret negeri ini, sebagai hasil bidikan dari sudut yang tak biasa, menghadirkan kenyataan pahit dengan cara yang manis, santun dan indah.  Dan pada akhirnya aku tak perlu membandingkan dengan Selia, karena keduanya sama-sama menyajikan karya yang peka, peduli dan penuh empati. Pantas dibaca, menghibur dan tetap menghasilkan sebuah renungan yang dalam, khas Mahmud Jauhari Ali.
Untuk tampilan bukunya, Tuas Media sebagai penerbit baru terlihat serius dan hati-hati dalam melayani pembeli. Lay out, kover, hasil cetakan, juga pemotongan semua rapi, dan jilidannya juga kuat.

Judul: Kupu-Kupu Kuning
Penulis: Mahmud Jauhari Ali
Penerbit: Tuas Media (www.tuasmedia.blogspot.com )
Halaman:71 halaman
Harga: 20.000

2 komentar:

  1. kok jadi pengen beli yah bukunya

    BalasHapus
  2. Monggo hub penerbitnya Mbak...:)
    Terima kasih sudah mampir..:)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...