Senin, 30 Juli 2012

Karena Rumahku adalah di Hatimu


"Aku heran kenapa kau selalu membuat jengkelku sampai ke ubun-ubun!"
"Kau marah? Kau benar-benar marah?"
"Kenapa kau diam?"
"Jawablah...kau marah?"
"Aku minta maaf."
"Sayangnya, aku lupa menaruh marahku padamu di nomor berapa?"
"Terima kasih. Kukira kau akan pergi."
"Bagaimana aku akan pergi, kalau rumahku adalah di hatimu?"

4 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...