Kamis, 21 Maret 2013

Cinta di Tepi Gaza



 ‘Kisah Cinta diantara desing peluru, darah dan kematian.”

Bercerita tentang Fida Qafishah yang terlahir di tengah keluarga petani di Khuza’a, Khan Yunis, Gaza Selatan. Sejak kecil ia telah menyaksikan bagaimana bangsanya hidup dalam tekanan Israel. Ingatannya atas penghancuran pohon-pohon zaitun, ladang gandum, peternakan lebah, kebun sayur, dan penghancuran rumahnya yang sangat tidak manusiawi begitu melekat kuat di otaknya.

Bukan hanya menjadi saksi atas tindakan yang tak manusiawi, dia bahkan mengalami sendiri kekejaman Penjara Hasharon Israel. Mendapat perlakuan yang tak manusiawi, hingga perenggutan kehormatannya yang membuat dia hamil dalam penjara. 

Penderitaannya belum berakhir, ketika mendapati kenyataan bahwa nyawa anaknya tak bisa diselamatkan. Kehilangan tiga hal penting dalam hidupnya; kehormatan, anak dan pria yang dicintainya, sempat membuatnya mengurung diri bersama kedukaan yang panjang.

Namun, dia segera bangkit, memunguti kembali semangat untuk mewujudkan cita-citanya menjadi dokter. Hingga suatu hari dia bertemu kembali dengan pria yang merenggut kehormatannya dalam keadaan yang tak lagi sama. 

Dengan bahasa yang indah, penulis mengajak pembaca untuk menengok pada sejengkal tanah di kejauhan sana. Pada para pejuang yang gigih mempertahankan kehormatan mereka. Beberapa kejutan dalam novel ini membuat saya terharu. Terutama pada bab Serangan ke Rumah Sakit. Ketika, atas nama cinta seseorang rela berkorban nyawa demi menyelamatkan orang yang dicintainya dari serangan kaumnya sendiri. 

Semoga semakin bertambahnya buku-buku dengan tema, judul, dan setting Palestina, akan selalu mengingatkan kita bahwa di sana saudara-saudara kita masih terus berjuang. Entah berapa banyak darah yang telah tumpah, takterbilang nyawa yang meregang. Lantas apa yang sudah kita lakukan?  

Judul: Cinta di Tepi Gaza
Penulis: Mahmud Jauhari Ali
Penerbit: Araska 
Januari 2013

2 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...