Senin, 08 April 2013

Aku Menyebutnya Rumah



“BAW.” Saya menjawab cepat. Ketika ada seseorang yang bertanya di mana biasanya ngobrol tentang kepenulisan.
“Apa tuh?” tanyanya.
  SAya menyesap  teh, lalu menjawab, “Be A Writer!”
Sosok di depan saya mengangguk-angguk.
“Kenal Leyla Imtichanah kan?” Sengaja saya melontarkan tanya.
“Kenal donk, siapa yang nggak kenal dia, yang novelnya udah seabrek.”
“Nah, dia itu pendirinya. Seperti mimpi aja rasanya, nama yang dulu hanya saya baca di punggung buku, sekarang bisa sedekat itu.”
“Trus kegiatannya apa aja?” tanyanya antusias.
Saya segera meloloskan donat yang kukunyah. “Macem-macem.  Ada jadwalnya sih, jadi teratur gitu. Materinya dan segala tingkah polah anggotanya juga bisa diintip di bawindonesia.blogspot.com. Tapi nggak saklek banget. Apa ya, saya tuh sudah merasa baw sebagai rumah gitu.”
“Owh…” Dia mengangguk-angguk. “Pematerinya siapa aja?”
“Tahu Riawani Elyta?”                           
Dia mengangguk, “Tahu, bukunya cetul mulu dia. Namanya juga muncul sebagai pemenang di berbagi lomba novel,” ucapnya.
“Nah, kalau berbagi tips tentang kepenulisan dia oke banget. Ada juga Mbak Eni Martini, novelnyaaa…udah banyaak bahkan udah ada yang difilmkan. Belakangan ada Mbak Yeni Mullati alias Mbak Afifah Afra, yang kata-katanya seperti embun diujung daun.”
Obrolan kami terjeda sejenak, dia berdiri memberi jalan pada seorang ibu yang kemudian menempati kursi kosong di sebelahnya.
“Ya, begitulah,” saya menyambung cerita. “Jika ada kekalahan dan kemenangan sama-sama dirayakan. Itu ya di baw. Jika ada rasa manis, pahit dan kecut, dirasakan bersama-sama itu ya di baw. Seperti yang saya bilang tadi. Di sana seperti rumah, tempat mengambil dan membagi kisah. Apa saja.”
Dia masih menyimak dengan antusias.
“Di sana itu…” saya memberi jeda pada kalimat saya. “Seperti belajar tentang kehidupan. Ada si lembut dan penyayang seperti Abu Bakar. Ada yang tegas dan adil seperti Umar. Ada yang mirip Utsman, ada juga yang periang seperti Ali.”
“Adem banget kayaknya ya?”
Saya tersenyum. “Baw bukan es yang dingin dan beku. Tapi, kalau saya pribadi, jika semua hal dilihat dari sisi positifnya, insya Allah hasilnya positif.”
Sempurna bukan berarti semua berjalan sesuai keinginan kita.
Kalimat lanjutannya hanya menggantung di kepala. Ibu di sebelahnya menatap kami.
Tak terasa perbincangan kami sudah hampir dua jam. Makanan dan minuman kami sudah habis. Di luar hujan telah reda. Saya dan dia berjanji, insyaAllah akan bertemu lagi di acara Launching Novel "ALWAYS BE IN YOUR HEART" Pemenang Lomba Qanita Romance di Kafe Cikini Rasa Segala Jakarta Pusat pada tanggal 14 April 2013. Setelah itu kami mengambil arah yang berbeda. 

Dalam perjalanan, di bawah gerimis yang sesekali menitik satu-satu, saya berpikir. Belum banyak penghuni baw yang  saya temui secara kasat mata. Saya berharap, kelak di acara launching novel saya nanti, mereka bisa hadir di sana, sebagai keluarga. Itu…tentu saja suatu kehormatan bagi saya. Setelah selama ini, kami hanya bicara lewat layar-layar saja. 
Semoga BAW selalu membawa kebaikan. Aamiin.

------------------------------------------------------------------------
Tulisan ini adalah penggalan percakapan saya dengan seseorang, ketika saya bercerita tetang BAW. Dan diikutkan giveaway BaW. Siapa pun boleh ikut GA ini, baik yang anggota maupun bukan. Syarat dan ketentuannya bisa dibaca di sini.


22 komentar:

  1. rumah yang nyaman dan penuh cerita. ada haru, bawel, ceria, dsb. semoga selalu akur dan langgeng selamanya ya, mba. :D

    BalasHapus
  2. BAW rumah segala rasa :) Wahh... Mb Eni mau launching novel di jakarta ya? Sukses selalu untukmu mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, insya Allah, doakan ya :)
      Makasih dah mampiiir :)

      Hapus
  3. Duhai, hari yg dinanti itu pun tiba.. pertemuan dgn seorg yg hatinya selembut dan semanis ice cream.. 14 April..
    tapiii.. hiks.. tgl itu pun aku sdh merencanakan pergi ke Bandung.. :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Lindaaaa....:(
      Insya Allah suatu hari nanti ya.aamiin. :)

      Hapus
  4. Senang sekali saya bisa jadi bagian dari BAW, meski baru beberapa hari. Salam kenal mbak Shabrina :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Mbaak, semoga kerasaan. makasih dah mampir yaaa :)

      Hapus
  5. Haruuu ....wah mbak Eni jalan-jalan ke Jakarta nih senangnyaaa, semoga makin laris Always Be In Your Heartnya :), btw resensi yang saya kirim ke media itu sampai sekarang belum ada kabarnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      Makasih Mbaak udah mampiir...
      Ehehe...tunggu aja Mbakm atau kirim ke Kompas.com :)

      Hapus
  6. wah mau ke jakarta doong.. percakapan yang manis dan hangat :)

    BalasHapus
  7. mbak brina, tulisan mbak manis banget.ngalir,lembut tulus,seperti kopi susu yang membelai lidah tapi menggugah semangat.

    akuuuu mauuuu ketemu my soulmate mbak brinaaa.... biar kenal kak urfa, mas zaid dan mamanya secara nyata.btw..nginap dimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga sehat semuaa, dan semoga kita bisa ketemu ya Mbak.aamiin :)

      Aku di rumah kakak insya Allah :)

      Hapus
  8. Mbak, selamat ya mbak novelnya terbit lagi... Btw itu launchingnya di jakartakah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Erny, iya di Menteng, kafe Tjikini Rasa Segala jam 1-3 sore :) dateeng ya :)

      Hapus
  9. aduh, pengen juga kopdar dengan Eni, sukkka deh dengan kelembutannya ^_^

    BalasHapus
  10. Suka sama gaya ceritanya, simple tapi 'sesuatu' yang membawa bekas

    BalasHapus
  11. Lain memang kalau novelis bikin tulisan, kata-katanya maupun bentuk penulisannya :) Ga nyangka juga bisa berteman dengan mba shabrina yang juga penulis handal :)

    BalasHapus
  12. Terima kasih atas tulisan GA BAW, Shabrina WS..*terima kasih juga karena udah menjadi mentor yang baik untuk kami.. suksess selalu :D

    BalasHapus
  13. Mbakkkk
    Sampeyan kie keren membuat dialognya :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...