Kamis, 09 Mei 2013

Terpeleset Luka



:laluan

Masih ingatkah kau Ibu, saat aku bercerita, dulu aku pernah terpeleset lukanya
Meski sakit, kami tak saling menyalahkan, bahkan kulihat dia lebih menderita

Dan suatu hari, di bulan Juni tahun lalu, dokter mengobati satu persatu luka itu
Dia tersenyum padaku lalu kubalas senyumnya dengan perasaan lega

Hari ini di bulan Mei, kutemui dia kembali
Aku tak mendengar rintihnya, tapi kulihat tubuhnya penuh luka yang menganga,
Berhati-hati aku menyapanya, karena aku tak ingin terjatuh pada luka yang sama

Oh ibu, inikah negeri serenity yang kau ceritakan itu?

Gadingkirana 19411

*gambar dari  http://majalahwkatu.wordpress.com

5 komentar:

  1. Simple is deeper ^^
    Mbak, puisimu hangat dan syahdu

    BalasHapus
  2. Simple is deeper
    Mbak, pusimu syahdu

    BalasHapus
  3. iya ih.puisinya dalem.ati2 bacanya.takut kecemplung.^_^.keren mbak

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...