Rabu, 25 April 2012

PING


Beberapa komentar tentang penampilan novel PING A Message from Borneo adalah, pembatas bukunya yang unik. Iyaa...lah anak saya aja langsung dibuat mainan dipegang terus pas ngelihatnya...:)

TERBIT PING A Message from Borneo


Alhamdulillah terbit. Ini buku duet dengan Mbak Riawani Elyta yang jadi pemenang lomba 30 hari 30 buku yang diadakan penebrit Bentang Belia (Bentang Pustaka) 


 
Sinopsis:
Molly gadis penyayang binatang tingkat akut. Ia nekat mengiyakan ajakan Nick, teman bule-nya untuk ikut meneliti orang utan di hutan Kalimantan. Tanpa pikir panjang, Molly terbang menyusul Nick demi menemui langsung binatang yang hampir punah itu. Itung-itung sekalian liburan.

Di sela petualangannya, Molly bertemu dengan Archi, sahabatnya waktu SMA. Archi kini berbeda. Selain makin ganteng, ia juga menentang keras kegemaran Molly pada keselamatan satwa. Putra tunggal pengusaha sawit terkenal itu juga bersikap enggak ramah pada Nick. Liburan yang seharusnya asyik pun dirusak oleh pertengkaran.

Mungkinkah sikap Archi ini karena cemburu pada Nick? Atau ada hubungannya dengan bisnis sawit ayahnya?

Dan ini kata Dewi "Dee" Lestari penulis serial novel Supernova tentang buku ini "Buku ini dengan ringan sekaligus edukatif, mengajak kita mengenal dunia orang utandari perspektif yang unik. Di balik cerita yang mengalir pembaca bisa jadi lebih peka pada isu lingkungan, isu terpenting masa ini."

Senin, 09 April 2012

PERSONA NON GRATA

: Yang Terbuang



“… pernah dengar persona non grata, Sayang? Mereka yang terbuang. Yang tak diinginkan saat jati diri mereka sesungguhnya justru mulai terkuak ke permukaan…”

Huah! Akhirnya kesampaian juga saya membaca novel ini. Novel yang sudah menghuni rak buku saya selama beberapa hari. Sengaja tak segera saya baca saat novel sampai ke tangan saya. Saya sedang menyelesaikan tulisan dan saya takut tulisan saya akan “diobrak-abrik” oleh pesonanya. :D
Tapi, saya mencuri membaca prolog. Lalu menutup kembali. Mencuri membaca bagian tengah, satu halaman lalu saya tutup lagi.
***
Gimana ceritanya jika seorang cowok kaya, ganteng, berprestasi namun berbahaya dan menjadi otak cyber crime   bahkan menjadi leader di kelompok yang mereka beri nama  Cream Crackers, jatuh hati pada gadis misterius yang terhubung dengan trauma kelam hingga ingin melupakan sebagian hidupnya?
Ini novel yang filmis banget, penulis mampu menyajikan secara detail setiap bagian-bagiannya. Mampu memaku saya di sofa hingga merenggut jatah tidur malam saya. Oke, mungkin kemarin saya bisa menghentikan membaca di bagian prolog untuk menyimpannya kembali. Tapi ketika membuka bagian satu dan seterusnya, saya tak bisa lagi berhenti. Saya serasa menyaksikan sekaligus dilempar dari ketegangan satu ke ketegangan berikut. Gemes dan sesekali terpekik dalam hati “Gilaaaa, bisaaan deh mbak Ria bikin begini!” 
Mbak Riawani Elyta berhasil memadukan dengan apik kasus cyber crime dan human trafficking, seperti memasukan creamer ke dalam secangkir kopi dengan takaran yang pas, sekali menyesapnya tak akan meninggalkannya hingga sesapan terakhir!
Ya, bagaimanapun saya juga harus jujur, kalau bab-bab belakang, sukses menguras airmata. Benar-benar  persona non grata. Benar-benar kisah orang-orang yang terbuang. Tidak bisa menahan tangis saat saya menyaksikan (membaca maksudnya) dua orang wanita yang sama-sama harus menjalani takdirnya sedang menyiapkan spaghetti bolognaise dengan begitu ceria.
Dan saat membaca bagian ini, aduh campur aduk rasanya, romantis banget:
“Siapa bilang dirimu tak berharga?
Bahkan dirimu jauh lebih berharga dariku yang gagal menghargai diriku sendiri
dan hanya berani menyimpan kenangan tentangmu…”
Ah, sayangnya saya tak bisa membuat review dengan apik, apalagi meresensi dengan baik. Saya hanya bisa menuliskan perasaan saya setelah membaca sambil menyeka sisa air mata!
Judul      :  Persona Non Grata (Yang Terbuang)
Penulis    :  Riawani Elyta
Penerbit  :  Gizone – Kelompok Penerbit Indiva Media Kreasi
Cetakan I :  Desember 2011
ISBN         :  978-602-8277-50-1
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...