Selasa, 07 Mei 2013

Rimba

 
"Singa tak pernah menyukai kita." Begitu kata ibu. "Di rimba liar, kita bisa bertemu siapa saja. Tak ada pilihan kecuali berani. Tapi berani tidak selalu harus berkelahi. Ada saatnya, lebih baik kau menghindar ke dahan pohon. Dan di sanalah kesabaranmu diuji, antara ketakutan, kelaparan atau tetap bertahan."

Ibu terus bicara di sepanjang perjalanan kami. Bahkan, beberapa hal kadang tak sanggup kupahami. 

"Tapi, inilah kebahagiaan. Karena di sana, di belahan bumi lain, di kandang-kandang sempit, banyak binatang harus menerima kenyataan yang lebih berat. Bagi mereka, berlari hanyalah mimpi. Makanan memang selalu tersedia. Tapi tak ada yang bisa mereka lakukan, kecuali membuka dan menutup mata di tempat yang sama." 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...