Senin, 15 Juli 2013

Max dan Jenny: Demi Masa




“Demi masa,” ucap Max, memandang jejak musim lalu di pematang berkelok-kelok itu. Dulu, di sana dia tertawa-tawa, berleha-leha. Hingga musim berganti, dan padi-padinya tengadah, tanpa isi. 

Kini, Max dan Jenny sampai pada musim ini lagi. Di hadapannya, terbentang dua pilihan. Mengulang kesalahan yang sama, atau bekerja keras menebar benih di ladangnya.

“Kau tahu Jen, harta apa yang paling berharga? Adalah ketika Dia, memberi kita kesempatan lagi, memanjangkan waktu kita. Lantas nikmat-Nya yang manakah yang kita dustakan?”
“Demi masa…”
“Demi masa…”
Gumam Max dan Jenny, seiring embun yang jatuh dari ujung daun-daun.

6 komentar:

  1. Mungkin demi masa juga, harus mengesampikan cinta demi masa depan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. :)
      Terima kasih ya sudah mampir :)

      Hapus
  2. Masya Allah, percakpan kecil penuh makna.

    mb yg satu ini emang bsa sja.
    makannya klo dalam MC kata mempersingkat waktu itu dilarang alias salah kaprah. karna Allah sudah memberikan waktu yg panjang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Mbak.
      Makasih sudah mampir :)

      Hapus
  3. jadi inget lagu 'demi masa'
    awesome song :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya, lagu itu ke hati banget.
      Makasih sudah mampir :)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...