Rabu, 25 Juni 2014

Tiga Raksasa Benua Biru, Harus Pulang Lebih Dulu

"Pada akhirnya semua harus pulang. Barangkali hanya menunggu waktu.
Karena kejayaan dan keruntuhan, kemenangan dan kekalahan memang sudah dipergilirkan.
Bukan masalah kapan, tapi tentang bagaimana cara meninggalkan lapangan, sebagai pejuang atau pecundang."


Itu status yang saya tulis setelah 90 menit melihat pertandingan Spanyol vs Chile yang hasilnya memastikan mereka tersingkir. Saya bahkan berbalas di twitter dengan Poppy. 
Meski saya tahu bola bisa berputar dan menggelinding kemana saja, tapi tidak menyangka kalau  La Furia Roja akan angkat koper lebih cepat.

Tahun 2002, saya mengenal tim ini dari balkon asrama. Lalu sesekali mengikuti La Liga Primera.
Tahun 2004 mulai menyimak dan sesekali melihat Premier League. Sementara Serie A paling hanya mendengarkan secara tidak sengaja di berita olah raga pagi sambil masak. Bagaimanapun juga, Italy selalu mengingatkan pada peristiwa tandukan Zidane di PD 2006. :(

Tapi meski Italy bukan tim favorit saya, melihat perjuangan Buffon menjaga gawang, selalu jadi hal menakjubkan. Apalagi ketika menit akhir melawan Uruguay, dia bahkan berlari membantu mengejar bola hingga ke gawang lawan. Tim manapun yang bertanding, melihat moment-moment sang kiper berlari ke daerah lawan memang selalu menjadi peristiwa yang mengharukan.
Dan meskipun saya berharap Uruguay yang menang tapi tidak lantas bersorak gembira ketika akhirnya Italy tersingkir. Apalagi ada insiden Suarez menggigit  lagi.

Selamat jalan Spanyol, Inggris, Italia...


Jauh, di sana di tanah lahirmu kubayangkan keluarga menunggumu, bersama aroma tortilla de patatas, atau harum muffin resep nenekmu. Mungkin juga pudding Yorkshir, atau fritata sederhana yang sering kau santap di masa kanak-kanakmu.

Tak peduli, kekalahan atau kemenangan yang kau bawa pulang, keluarga adalah tempat terhangat untuk merayakan.
Tak peduli, sejauh apapun kau pergi, keluarga adalah tempat yang indah untuk kembali.


*foto dari google


4 komentar:

  1. Selalu suka tulisamu mbak lengkap khas novelis:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wehehe maturnuwun Jeng :)

      Hapus
    2. Di antara 3 tim jagoanku (Inggris, Italia, Jerman). Sebenar e aku mengutamakan Inggris coz boleh jadi itu mrpkn PD terakhir bagi Steven Gerrard, pemain favoritku di Three Lions, walo klubnya tuh musuh bebuyutan MU :D

      Tapi nyatanya... ya begitulah. Italia pun sampai 15 menit sblm peluit panjang dibunyikan, mereka masih aman. Tapi pada akhirnya mereka mesti angkat koper jg seperti Inggris.

      Kini tim diesel Jerman jd satu2nya harapanku utk bisa menikmati PD 2014. Semoga mereka bisa melaju ke babak puncak dan juara. Bravo Jerman! °\(^▿^)/°

      Btw TFS, mbak Shab :)

      Hapus
    3. Halooo Vitaaaa, mampir juga kau ke sini.
      Nah, ayo kita lihat entar gimana drama di lapangan :D

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...