Sabtu, 15 November 2014

Soneta-Soneta Kayu: Membaca Sajak-Sajak Pablo Neruda

"Cinta begitu pendek
melupakan alangkah panjang"
Itu twit dari @JualBukuSastra menjelang terbitnya sajak Pablo Neruda. Akhirnya dapat juga bukunya.


Mmm...kenal Neruda baru saja sih, tepatnya pas Piala Dunia kemarin. Ketika mencari informasi tentang negara-negara tim peserta PD mulai dari makanan khas sampai ke para penulisnya.

Pablo Neruda atau Neftali Ricardo Reyes Basoalta adalah penyair kelahiran Chile 12 juli 1904.
Waktu itu, puisi Neruda yang pertama saya temukan, di blog kampung puisi adalah yang ini:
Kita bahkan kehilangan senja ini

Kita bahkan kehilangan senja ini.
Tak ada yang melihat kita jalan bergandengan tangan
sementara malam yang biru ambruk ke dunia.

Kulihat dari jendelaku
pesta matahari tenggelam di puncak puncak pegunungan yang jauh.

Kadang sepotong matahari
terbakar seperti sebuah uang koin di antara tanganku.

Aku mengenangmu dengan jiwaku tergenggam
dalam kesedihanku yang sudah sangat kau tahu itu.

Di mana kau waktu itu?
Ada siapa lagi di situ?
Bilang apa dia?
Kenapa cinta mendatangiku tiba tiba
di saat aku sedih dan merasa kau betapa jauhnya?

Terjatuh buku yang biasanya dibaca setelah senja tiba
Dan mantelku tergulung seperti seekor anjing terluka di dekat kakiku.

Selalu, selalu kau mengabur lewat malam
menuju ke mana senja pergi menghapus patung patung.

-terjemahan Saut Situmorang
 Versi bahasa Inggris-nya dapat dari allpoetry:



Sebenarnya saya menemukan beberapa sajak Neruda di blog-blog. Tapi, saya lebih suka membaca tulisan di buku daripada di layar. Jadi pas JBS mengabarkan bahwa tak lama lagi kumpui ini akan terbit, saya langsung tertarik dan pesan. Apalagi ternyata buku ini merupakan dua kumpulan karya Neruda yang terpisah, tapi secara tema masih satu kesatuan.

Sajak&Soneta Cinta ini terdiri dari 20 Sajak Cinta, 1 Syair Dukalara dan 100 Soneta Cinta. Dialih Bahasakan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia oleh Tia Setiadi.


Ada ulasan dari Cristina Garcia sebanyak 11 halaman. Dan di lembar-lembar terakhirnya dilengkapi dengan  kronologi hayat dan karya Pablo Neruda.

Neruda pernah meraih berbagai penghargaan Internasional diantaranya: International Peace Prize (1950), The Lenin Peace Prize dan The Stalin Peace Prize (1953) serta The Nobel Prize for Literature (1971).

Disajikan dengan desain yang manis, ringan dan ukuran yang pas, buku ini asyik untuk dibawa-bawa.
Bagi pecinta puisi atau yang sedang belajar puisi sajak-sajak Nerdua merupakan sajak yang bisa menumbuhkan kata-kata. Nih saya kutibkan sedikit dari bukunya ya :)

Istriku tercinta, aku menderita selagi aku menuliskan "soneta-soneta" tak bernama ini; mereka melukaiku dan membuatku lara, namun kebahagiaan yang kurasakan dalam mempersembahkannya kepadamu, sungguh maha luas bagaikan sabana.

Kini, saat aku mendeklarasikan fondamen-fondamen cintaku, aku persembahkan alaf ini kepadamu: soneta-soneta kayu yang lahir, karena engkau memberinya kehidupan
Kepada Matilde Urrutia halaman 55

Judul: Sajak&Soneta  Cinta
Karya: Pablo Neruda
Penyulih: Tia Setiadi
Penerbit: Madah, MK Books
186 halaman
distributor utama: Jualbukusastra.com



Clenched Soul

We have lost even this twilight.
No one saw us this evening hand in hand
while the blue night dropped on the world.

I have seen from my window
the fiesta of sunset in the distant mountain tops.

Sometimes a piece of sun
burned like a coin in my hand.

I remembered you with my soul clenched
in that sadness of mine that you know.

Where were you then?
Who else was there?
Saying what?
Why will the whole of love come on me suddenly
when I am sad and feel you are far away?

The book fell that always closed at twilight
and my blue sweater rolled like a hurt dog at my feet.

Always, always you recede through the evenings
toward the twilight erasing statues.
- See more at: http://allpoetry.com/Clenched-Soul#sthash.qMoeOtDM.dpuf

Clenched Soul

We have lost even this twilight.
No one saw us this evening hand in hand
while the blue night dropped on the world.

I have seen from my window
the fiesta of sunset in the distant mountain tops.

Sometimes a piece of sun
burned like a coin in my hand.

I remembered you with my soul clenched
in that sadness of mine that you know.

Where were you then?
Who else was there?
Saying what?
Why will the whole of love come on me suddenly
when I am sad and feel you are far away?

The book fell that always closed at twilight
and my blue sweater rolled like a hurt dog at my feet.

Always, always you recede through the evenings
toward the twilight erasing statues.
- See more at: http://allpoetry.com/Clenched-Soul#sthash.qMoeOtDM.dpuf

13 komentar:

  1. istriku tercinta aku menderita ,huhuy kereen

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya :)
      Makasih sudah mampir :)

      @Brin

      Hapus
  2. Asyik banget ya sajak-sajaknya. Tulis soal Neruda dong :D Untuk ditaruh di Spoila.Net :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh saya malah nunggu Spoila nulis tentang Neruda kok :)

      Makasih sudah mampir

      @Brin

      Hapus
  3. Cantik...iri sama Matilde Urrutia :D

    BalasHapus
  4. good,,,, makasih atas infonya

    BalasHapus
  5. kak. kalau mau beli novelnya di mana sih ? tolong infokan dong kak..
    pliis...

    BalasHapus
  6. kak. kalau mau beli novelnya di mana sih ? tolong infokan dong kak..
    pliis...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa beli ke web jualbukusastra. Bisa lewat Twitter jualbukusastra atau jbs

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...