Kamis, 22 Desember 2011

Monolog Rindu



Masih kuingat dengan jelas saat kita bertemu seekor rayap yang tak lagi menemukan kayu
Saat kita mengamati cenggeret yang kehilangan sarangnya
Saat hujan adalah impian dan kemarau adalah harapan
Begitulah
Kita selalu memiliki kisah dari secangkir pagi, meski kadang hanya daun kering yang diseduh dengan air dingin


Dan di sini, bersama bulan tua kutulis rinduku 
kutitipkan lewat angin kecil, untukmu di tanah yang entah

Bilakah waktu bisa diputar ulang dan kita melangkah ke arah yang sama
Mungkin aku tak menghapus air mata ini dengan jariku sendiri


*Menulis kadang membawaku ke tempat-tempat yang tak pernah kusangka. Mencoba menjadi sosok lain, merasai rasanya meski aku tak pernah benar-benar mengerti

1 komentar:

  1. Hm .... sederhana dan bagus ... ^__^
    Bukunya dah banyak ya mbak .... :)
    Sukses yah ...

    http://mugniarm.blogspot.com

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...