Kamis, 17 Oktober 2013

Frankfurt to Jakarta: Janji, Kenangan dan Takdir


Ini adalah novel duet Mbak Leyla Hana dan Mbak Annisah Resbell. Ketika mendapat kabar bahwa novel ini akan terbit, saya ikut  merasa senang. Mbak Leyla posting kata pengantar di grup Be A Writer. Dan kebahagiaan pun dirayakan, ucapan selamat dan doa-doa yang mengalir.

Hm, hm. Sepertinya tumpukan novel saya yang dalam antrian baca memang sebagian besar bertema pernikahan. Setelah Perjalanan Hati-nya Mbak riawani Elyta, Syurga Terlarang Mbak Leyla Hana, Bersandarlah di Bahuku Mbak Eni Martini, juga Rainbow kini Frankfurt to Jakarta: Janji, kenangan dan takdir. 

Temanya sama, bahwa pernikahan bukan akhir dari sebuha kisah. Pernikahan justru awal sebuah perjalanan yang penuh kejutan. Tapi, masing-masing novel itu memotret dari arah yang berbeda-beda, menyajikan dengan cara yang berbeda. Sehingga yang lahir juga kisah yang berbeda. Semua kaya makna.

Frankfurt to Jakarta. Novel ini berkisah tentang tiga hati: Rianda, Fedi dan Andini.
Rianda bertemu Fedi di Frankfurt, Jerman. Mereka menjalin cinta. Fedi menjanjikan bahwa hubungan itu akan sampai di jenjang pernikahan.

Namun, ketika pulang ke Indonesia, pesona Andini  mampu meluluhkan hati Fedi.
Rianda terluka, kecewa. Dia mencari pelarian pada sebuah tekat bahwa dia ingin menjadi wanita mandiri. Hingga Rianda menggenggam keinginan tersebut. Dia menjadi pebisnis sukses dan terkenal.

Sementara Andini, harus putus kuliah setelah menikah dengan Fedi dan dikaruniai dua anak balita. Andini harus mengubur semua impiannya menjadi wanita karier.
Dalam sebuah acara Andiri dan Rianda bertemu. Rianda masih mengingat Andini sebagai wanita yang pernah merebut  kekasihnya. Sementara  Andini tidak tahu bahwa Rianda adalah manta kekasih Fedi.

Keduanya berinteraksi bahkan menjadi sahabat dekat. Di belakang Andini Rianda dan Fedi kembali menjalin menghubungan. Untuk kedua kalinya Fedi melamar Rianda dan berjanji tak akan lagi meninggalkannya. 

Sebuah kisah dramatis di 320 halaman yang mengaduk emosi. Lantas bagaimana cinta bicara? Siapakah pemenangnya?
Oh, jangankan Fedi, bahkan saya sebagai pembaca saja bingung harus memihak pada siapa? Rianda atau Andini? Keduanya punya kelebihan dan pesonanya masing-masing. Saya tidak rela jika salah satu dari mereka terluka. 

Tapi, saya terharu, takjub oleh kehadiran tokoh Ummi dan Abah. Dari mereka kita belajar menjadi orangtua yang sebenarnya. Tidak hanya asal memihak. Tidak hanya asal membela. 

Frankfurt to Jakarta, Mbak Leyla dan Mbak Annisah berhasil menyatukan gaya mereka dalam kisah yang utuh dan apik, sarat makna, seperti kata inspiratif yang tertulis di sampulnya. 

Barokallah Mbak Leyla dan Mbak Annisa, kemarin dapat kabar bahwa novel ini laris kan? Ikut seneeeng. Semoga ramuan kisah ini, pesan-pesan yang terserak di dalamnya bisa sampai ke hati pembaca dan menumbuhkan kebaikan yang berbuah kebaikan. Aamiin.

 Judul: Frankfurt to Jakarta
Penulis: Leyla Hana&Annisah Rasbell
Tebal 320 halaman
Penerbit Edu Penguin
Harga 45000
**Ohya, di halaman akhirnya ada cara untuk kirim naskah ke penerbit Edu Penguin lho. Jadi, kalau mau kirim ke sana baca novel ini bisa jadi "pancingan" jadi tahu kira-kira naskah seperti apa yang diterima di sana  :)

Nah, kalau yang ini buku teman-teman Be a Writer juga :)



9 komentar:

  1. Balasan
    1. Hanya catatan setelah baca Mbaak :)

      Hapus
  2. aku jg baru tamat baca frankurt.. ikut hanyut dalam cerita, terutama saat tokoh andini.. huhu

    *masih nls resensinya ala saya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiyaaa kok kayak janjian aja. ditunggu ya resensinya :)

      Hapus
  3. saya belum kelar baca nih, mba eni selalu manis dalam merangkai abjad ^_^

    BalasHapus
  4. udah udah baca tapi belum sempat buat review-nya :D
    eniwe, review-nya keren mbak ;)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...