Kamis, 05 Februari 2015

A Walk to Remember: Begitulah Kenangan Abadi

Jadi, bagaimana kau memperlakukan kenangan?
Dari masa yang semakin tertinggal, kenangan hidup dengan caranya sendiri.
Tentu, kau dan aku tak tinggal di masa lalu, tapi sebagian kenangan menjadi harta berharga, meski sebagian lainnya mengingatnya kembali adalah salah satu cara untuk mencekik dirimu sendiri.


Dan kisah ini, kisah Landon, seperti yang dikatakan di bagian prolog:
"Kisahku tidak dapat dirangkum dalam dua atau tiga kalimat saja, tidak dapat dikemas secara ringkas dan sederhana sehingga orang-orang langsung memahaminya." -halaman 9

Bagian yang paling saya suka dari prolog ini adalah, bagaimana cara Nicholas membawa pembacanya pelan-pelan kembali ke 40 tahun yang lalu. Filmis banget:

"Aku menghela napas, dan merasakan semua kembali. Mataku terpejam dan tahun-tahun itu mulai  bergerak merasukiku, perlahan-lahan mundur ke masa lalu, seperti jarum jam yang berputar ke arah berlawanan. Seakan melalu mata orang lain, aku melihat diriku menjadi semakin lama semakin muda. Aku melihat rambutku berubah dari abu-abu menjadi kecoklatan, aku merasakan kerutan di sekitar mataku mulai menipis, lengan dan kakiku menjadi liat."

"Kemudian seperti diriku, dunia pun mulai berubah: jalan-jalan menjadi lebih sempit dan beberapa di antaranya berlapis batu kerikil, daerah pemukiman digantikan hamparan tanah pertanian, jalan-jalan di pusat kota penuh dengan orang, melihat-lihat etalase saat melewati toko roti Sweeney's dan toko daging Palka's. Kaum pria mengenakan topi dan wanita mengenakan rok...."

Filmis banget dan bisa dibayangkan bukan?

Namun demikian, memasuki bab satu saya hampir berhenti. Mungkin karena baca novel ini karena disambil-sambil. Tapi awal-awal bab satu saya kira memang menjadi kunci, dari cerita, meski agak membosankan. Tapi, begitu memasuki halaman 30-an, saat Jamie muncul, kisah menjadi segar dan asyik.

Dan seperti yang dikatakan oleh Landon, bahwa di awal-awal, kisah ini akan membuatmu tersenyum --oh saya bahkan tertawa di beberapa bagian-- kemudian kau akan menangis. Landon sudah mengingatkan itu di awal.  Dan ya seperti itulah kenyataannya.

Sebuah kisah yang simpel, tidak bertele-tele dan menyentuh. :)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...