Jumat, 12 Februari 2016

Anjani dan Kemeja Garis-Garis Biru


Masih ingat Anjani? Gadis mahout di Rahasia Pelangi.
foto dari pinterest

Pernahkah kau menyimpan barang asing diantara tumpukan barang-barangmu?
Anjani pernah. Sayangnya itu justru membuat dirinya tidak nyaman. Semacam baper deh :)

Omong-omong, salah satu adegan yang saya suka dari Rahasia Pelangi adalah, ketika Anjani dan Chay menolong persalinan Rubi. Betapa, kelahiran Akasia sedikit membuka tabir di hati Anjani.
Waktu itu, Anjani tak mengerti ketika Chay menatapnya dengan mata membesar.   Apalagi saat kemudian Chay justru melepas kemejanya hingga hanya menyisakan kaus dalam yang melekat di tubuhnya. Anjani mengira Chay bermaksud menyelimuti bayi Rubi. Tetapi dugaannya salah.


“Wajah dan tanganmu penuh bercak darah. Bersihkan dulu pakai ini.” -hal 39

Ucap Chay waktu itu, seraya mengulurkan kemejanya kepada Anjani.
Tentu saja, Anjani menatap Chay tak percaya, lalu beralih pada baju di tangan lelaki itu.


“Tidak apa-apa. Kau tak mungkin berjalan ke mes dalam keadaan seperti itu.”-hal 39

Chay seringkali punya tatapan yang kadang sulit diartikan. Begitupun yang ditangkap Anjani saat itu. Lalu, gadis itu menerima ragu-ragu, dan mendekatkan baju itu ke wajahnya dengan ragu-ragu pula. 

Keesokan harinya, Anjani bahkan dengan semangat mengabarkan perihal baju itu.


“Chay. Bajumu sudah kucuci. Tapi belum kering. Jadi, belum kukembalikan.”


“Tidak dicuci juga tidak apa-apa. Itu kan, baju yang biasa kupakai buat berkotor-kotor. Dibuang juga tidak apa-apa.”
“Hei, masa dibungan sih? Kan, sayang. Masih bisa dipakai. Aku tidak pernah membuang pakaian kecuali kalau sudha benar-benar tidak layak pakai.” -hal 44


Chay mengelap peluh di hidungnya. “Tapi kalau kamu mau mencucikan, aku sangat berterima kasih. Baru kali ini bajuku dicucikan orang lain. Ibuku bahkan sudah menyuruhku mencuci sendiri sejak usiaku sepuluh tahun.”
“Oh, ya?” -hal 44

Lalu apa yang terjadi setelah itu? Yah, cukup membahayakan hati Anjani.
Buktinya, setelah jeda panjang  tanpa percakapan di antara mereka, karena Chay di tugaskan ke Jawa, Anjani justru membicarakan kemeja saat pertama kali mereka bertemu.



“Bajumu yang terkena darah Rubi waktu itu…belum kukembalikan.”
“Kok tiba-tiba ngomongin baju?” -hal 298

Ya, tentu saja Anjani merutuki dirinya dalam hati. Kalau kau menjadi Anjani apa kau juga akan melakukan seperti itu? Hahaha…
Coba tebak apa yang dikatakan Chay selanjutnya? Lelaki itu hanya tersenyum. Lalu pergi begitu saja. Lantas bagaimana dengan Anjani? Omong-omong, bagaimana kalau kau digitukan? :)
Begitulah, cara saya berusaha membangun chemistry antar tokoh. Ide sepotong kemeja garis-garis biru itu muncul ketika menulis adegan mereka menolong proses kelahiran gajah. Bukankah Chemistry adalah tentang tautan perasaan. Entah itu benci, ataupun sayang?

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah membaca Rahasia Pelangi ya :)



 




8 komentar:

  1. Ini adegan yg bikin sy deg2 serr xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu kayak apa aroma kemeja abis dipakai seharian di hutan xixixi

      Hapus
  2. Kalau saya suka pas mereka berdua di atas gajah, beriringan :D Astaga, saya masih berasa seperti Anjani hihi

    BalasHapus
  3. sampai-sampai pas adegan ketemu lagi setelah berpisah yang diucapkan Anjani pertama kali adalah : kemejamu belum kukembalikan..alamaak mo ngembalikan kemeja apa berharap kembalinya potongan puzzle hati yang telah Chay curi xixixi

    BalasHapus
  4. Aku juga suka adegan itu, romantis, so sweet tapiiiiiiiii sangata hati-hati ditulis. Penulisnya hebat ya menulis tema romantis tanpa adegan sentuhan fisik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mbak Naqi, sudah baca novelnya :)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...